Saya menamakan ini adalah obat penenang sementara seperti aspirin, dimana pada saat itu seolah semuanya berjalan sesuai apa yang kita harapkan,
kebahagian bertubi-tubi datang bagai buih ombak yang tidak dapat kita hitung jumlahnya namun hanya dapat kita rasakan kesegaran serta deraannya.
mungkin untuk kebanyakan para lelaki, mereka tidak begitu menyukai film drama percintaan yang penuh dengan tangisan mengalir deras bak rintik-rintik hujan mengundang sang pelangi bergegas datang.
bukan tangisan inti dari semua cerita tersebut, melainkan jalan cerita dan keyakinan bahwa semua yang tidak mungkin, akan terasa sangat nyata dan menghidupkan kembali harapan,
seperti para penduduk desa yang menari, berteriak, tertawa dan bersyukur menyambut tetesan air datang dari kegelapan memecah gumpalan awan setelah sekian lama ladang mereka tak pernah tersenyum dibasahi air.
saya merasa seakan disitulah kehidupan saya, entah ini obsesi semata atau memang kehebatan dari sebuah film Drama. Dimana cinta yang telah terpisah sekian lama dapat bersatu kembali atau mereka yang telah memiliki pasangan masing-masing namun tetap dapat bersatu di kemudian hari (Happy Ending).
Hati ini tidak dapat menyaring serta memilah-milih mana jalan yang harus dilaluli, singkat kata hati ini hanya menyerap apa yang diinginkan dan dibutuhkan oleh pemiliknya.
Bagai bentuk keyakinan yang kuat, terus mengetuk pintu berulang kali tanpa kenal lelah, akankah dibuka atau tetap lekat terikat sekuat baut berkarat. Inilah keyakinan yang sejak dulu tidak pernah muncul, memang beberapa kisah drama diangkat dari kisah nyata dan kita menginginkan semua itu terjadi seperti Film Drama yang menunjukan kebahagian di akhir.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar