Disaat mata ini lelah memainkan perannya
disitu semua ini terlihat nyata
tak kuasa diri ini melerai hati dan logika
yang telah tidak menunjukan kemesraanya
bukan lagi mulut yang berbicara
entah ini komunikasi teruntuk siapa
setiap kali senyum merangkul harapan yang telah tumpul
keyakinan datang melucuti hati
bagai embun muncul setiap pagi
setiap kali aku menyerah akan takdir
satu kata selalu meyeru bagai air mengalir
ia datang tanpa permisi, menghidupkan yang telah mati
dikala ia tertutup, disitulah kehidupanku
dikala ia terbuka, bagai berada diatas duka
pengirim pesan rahasia datang
bertekat melihat bulan dikala siang
mungkin ini komunikasi dua hati, atau tidak terjadi sama sekali
berkata..
bahwa kau tetap ingin meujudkannya
merangkai masa depan denganku
meski kau telah bahagia bersama dirinya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar