Update

Seputar keseharian
  • Breaking News

    Mau jadi bagian dari makansiang.com, sertakan email dan alamat lengkapmu ke syaifu22@gmail.com

    Rabu, 30 Januari 2013

    Musuh adalah separuh hidupmu




    Siapa yang dapat menggantikan sosok ayah dalam kehidupan
    namun terkadang dengan mudah kita mengatakan
    “Ayahmu baik ya” beda dengan Ayah saya !!

    Beberapa kali kerap terdengar demikian.
    entah ini penyesalah atau emosi sesaat sang anak

    Apakah bisa kita lihat kehebatan seorang ayah hanya beberapa menit saja.
    tentu tidak, nikmatilah tiap momen bersamanya.

    Ini adalah sepenggal kisah hidup saya “pribadi”
    menilai sosok seseorang ayah dalam hidup saya.

    Sejak kecil saya lebih sering didik secara keras oleh Ayah saya.
    mulai dari sabetan sapu lidi ketika ia tidak menyukai prilaku saya sewaktu kecil.
    saya dan kakak sering diperlakukan demikian.

    Yang kami bisa hanya menangis dan melihat goresan goresan
    akibat hantaman sapulidi yang teramat keras “sakit rasanya”
    setelah cape menangis kamipun langsung tertidur.

    Belum lagi lemparan puntung rokok, dan masih banyak lagi.
    saya tidak bisa menceritakan semua, terlalu pedih masa lalu kami.

    Beberapa kali saya sering mendoakannya untuk masuk ke neraka.
    dan akan membalas semuanya ketika saya besar nanti.

    Namun terdapat hal yang tidak dapat saya lupakan mengenai
    pengorbanan seorang Ayah.

    Ketika lebaran tiba kami sekeluarga menginap di rumah nenek untuk beberapa hari.
    di sela waktu senggang Saya dan Ayah pergi untuk membeli beberapa kaset PS.
    entah apa yang ada di otak saya saat itu, keeseokan harinya saya ingin pulang.

    Merengek diiringi dengan tangisan kepada orang tua agar cepat pulang.
    akhirnya Ayah saya memutuskan untuk pulang bersama saya “hanya berdua”
    saat ini kami pulang pada malam hari sekitar jam 19.00 naik kereta ekonomi.

    Tak disangka hujan turun begitu lebat, sampailah kami di stasiun yg kami tuju.
    tidak ada ojek sama sekali untuk menuju ke rumah disaat hujan lebat.
    namun ayah memutuskan melawan hujan dan basah basahan menuju rumah.

    Dia rela bermandikan hujan deras bersama saya
    melepas sepatunya yang telah basah, berjalan tanpa alas kaki
    sepanjang jalan tidak pernah memarahi saya karena saya minta pulang lebih awal.

    Ia terus mengajak ngobrol memecah kesunyian dan menghidupkan suasana
    jarak yg kami tempuh lumayan jauh untuk sampai ke rumah
    kami bagai orang asing berjalan ditengah malah bermandikan hujan tanpa payung

    Barulah saya menyadari betapa besarnya pengorbanan seorang Ayah.
    orang yang paling saya benci kini telah menjadi separuh hidupku.
    kita tidak akan pernah mengerti sebelum kita menjadi Ayah kelak.

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Fashion

    Beauty

    Culture