Siapa yang
dapat menggantikan sosok ayah dalam kehidupan
namun terkadang dengan mudah kita mengatakan
“Ayahmu baik ya” beda dengan Ayah saya !!
namun terkadang dengan mudah kita mengatakan
“Ayahmu baik ya” beda dengan Ayah saya !!
Beberapa kali
kerap terdengar demikian.
entah ini penyesalah atau emosi sesaat sang anak
entah ini penyesalah atau emosi sesaat sang anak
Apakah bisa
kita lihat kehebatan seorang ayah hanya beberapa menit saja.
tentu tidak, nikmatilah tiap momen bersamanya.
tentu tidak, nikmatilah tiap momen bersamanya.
Ini adalah
sepenggal kisah hidup saya “pribadi”
menilai sosok seseorang ayah dalam hidup saya.
menilai sosok seseorang ayah dalam hidup saya.
Sejak kecil
saya lebih sering didik secara keras oleh Ayah saya.
mulai dari sabetan sapu lidi ketika ia tidak menyukai prilaku saya sewaktu kecil.
saya dan kakak sering diperlakukan demikian.
mulai dari sabetan sapu lidi ketika ia tidak menyukai prilaku saya sewaktu kecil.
saya dan kakak sering diperlakukan demikian.
Yang kami
bisa hanya menangis dan melihat goresan goresan
akibat hantaman sapulidi yang teramat keras “sakit rasanya”
setelah cape menangis kamipun langsung tertidur.
akibat hantaman sapulidi yang teramat keras “sakit rasanya”
setelah cape menangis kamipun langsung tertidur.
Belum lagi
lemparan puntung rokok, dan masih banyak lagi.
saya tidak bisa menceritakan semua, terlalu pedih masa lalu kami.
saya tidak bisa menceritakan semua, terlalu pedih masa lalu kami.
Beberapa kali
saya sering mendoakannya untuk masuk ke neraka.
dan akan membalas semuanya ketika saya besar nanti.
dan akan membalas semuanya ketika saya besar nanti.
Namun terdapat
hal yang tidak dapat saya lupakan mengenai
pengorbanan seorang Ayah.
pengorbanan seorang Ayah.
Ketika
lebaran tiba kami sekeluarga menginap di rumah nenek untuk beberapa hari.
di sela waktu senggang Saya dan Ayah pergi untuk membeli beberapa kaset PS.
entah apa yang ada di otak saya saat itu, keeseokan harinya saya ingin pulang.
entah apa yang ada di otak saya saat itu, keeseokan harinya saya ingin pulang.
Merengek
diiringi dengan tangisan kepada orang tua agar cepat pulang.
akhirnya Ayah saya memutuskan untuk pulang bersama saya “hanya berdua”
saat ini kami pulang pada malam hari sekitar jam 19.00 naik kereta ekonomi.
akhirnya Ayah saya memutuskan untuk pulang bersama saya “hanya berdua”
saat ini kami pulang pada malam hari sekitar jam 19.00 naik kereta ekonomi.
Tak disangka
hujan turun begitu lebat, sampailah kami di stasiun yg kami tuju.
tidak ada ojek sama sekali untuk menuju ke rumah disaat hujan lebat.
namun ayah memutuskan melawan hujan dan basah basahan menuju rumah.
tidak ada ojek sama sekali untuk menuju ke rumah disaat hujan lebat.
namun ayah memutuskan melawan hujan dan basah basahan menuju rumah.
Dia rela
bermandikan hujan deras bersama saya
melepas sepatunya yang telah basah, berjalan tanpa alas kaki
sepanjang jalan tidak pernah memarahi saya karena saya minta pulang lebih awal.
melepas sepatunya yang telah basah, berjalan tanpa alas kaki
sepanjang jalan tidak pernah memarahi saya karena saya minta pulang lebih awal.
Ia terus
mengajak ngobrol memecah kesunyian dan menghidupkan suasana
jarak yg kami tempuh lumayan jauh untuk sampai ke rumah
kami bagai orang asing berjalan ditengah malah bermandikan hujan tanpa payung
jarak yg kami tempuh lumayan jauh untuk sampai ke rumah
kami bagai orang asing berjalan ditengah malah bermandikan hujan tanpa payung
Barulah saya
menyadari betapa besarnya pengorbanan seorang Ayah.
orang yang paling saya benci kini telah menjadi separuh hidupku.
kita tidak akan pernah mengerti sebelum kita menjadi Ayah kelak.
orang yang paling saya benci kini telah menjadi separuh hidupku.
kita tidak akan pernah mengerti sebelum kita menjadi Ayah kelak.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar